Hal Penting yang Harus Dipahami Oleh Seorang Financial Consultant

Financial Consultant adalah suatu profesi yang terkait erat dengan pekerjaannya yaitu Financial Planning. Perencana Keuangan umumnya memiliki gelar sertifikasi dan lingkup kerjanya membuat rencana keuangan pribadi atau perusahaan.

Personal Financial Planner membuat rencana keuangan kliennya dari berbagai aspek perencanaan keuangan pribadi. Personal Financial Planner mencakup cash flow management, education, retirement, investment planning, risk management dan insurance, tax planning, dan estate planning.

Personal Financial Planner masih lebih simple dibandingkan dengan Corporate Financial Planner, perencana keuangan untuk perusahaan cenderung lebih ribet. Ada feasibility study dan analisa laporan keuangan.

Gelar Sertifikasi Financial Consultant

Untuk dapat bekerja di dunia financial planning, seorang financial consultant disarankan memiliki sertifikasi yang resmi. Dengan gelar sertifikasi tersebut seorang financial consultant diharapkan mampu membuat financial planning yang baik untuk kliennya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Gelar sertifikasi financial consultant yang umumnya diminati yaitu COP, QWP, dan CFP

Seperti halnya beberapa profesi keuangan lainnya, anda juga perlu memiliki sertifikat yang menegaskan bahwa anda memiliki kompetensi untuk menjadi seorang financial consultant. Pada umumnya ada tiga gelar sertifikasi yang diminati yaitu COP (Certificate of Proficiency), QWP (Qualified Wealth Consultant), dan CFP (Certificate Financial Consultant). Dua yang pertama itu menawarkan sertifikasi lokal, sedangkan yang terakhir adalah internasional.

Untuk mendapatkannya tentu ada waktu dan biaya sertifikat financial consultant yang perlu anda sisihkan. Dua yang pertama membutuhkan waktu beberapa hari dan biaya yang tidak terlalu mahal (beberapa juta saja), sedangkan yang terakhir ini butuh waktu beberapa bulan dengan biaya mencapai belasan hingga puluhan juta. Tentu anda harus menimbang sertifikat dan kemampuan mana yang lebih anda butuhkan untuk mengawali pekerjaan ini. Semakin banyak sertifikat yang diperoleh maka akan semakin terpercaya.

Biaya Sertifikasi Financial Consultant

Biaya sertifikasi utk financial planner class itu beragam, tentu saja disesuaikan dengan kuantitas materi dan kualitas sertifikasinya.

  1. Sertifikasi lokal, singkat dan murah yaitu COP (Certified of Proficiency) dengan biaya 1,2 juta, sertifikasi lokal dari BNSP, materi 4 jam pengayaaan dan software keuangan.
  2. Sertifikasi lokal, materi lebih banyak yaitu QWP (Qualified Wealth Planner) dengan biaya 3,5 juta, sertifikasi lokal dari BNSP, materi 2 hari full pengayaaan dan software keuangan.
  3. Sertifikasi Internasional, materi 4 modul selama 3 bulan per modul (seminggu sekali pertemuan) dan mahal yaitu CFP (Certified Financial Planner) dengan biaya 12 jutam sertifikasi CFP internasional dari FPSB terdapat di Binus.

Tipe Financial Consultant

Ada 2 tipe Financial Planner yaitu Dependent Financial Planner dan Independent Financial Planner.

  1. Dependent Financial Planner bekerja pada Perusahaan Asuransi, Sekuritas, Asset Manajemen, Perbankan.
  2. Independent Financial Planner bekerja untuk perusahaan jasa perencanaan keuangan miliknya sendiri, atau kerja pada perusahaan jasa perencanaan keuangan orang lain sebagai Financial Planner.

Peran Financial Consultant

Financial Consultant biasanya menyediakan klien / pelanggan dengan produk dan jasa keuangan, tergantung pada lisensi yang mereka pegang dan pelatihan yang mereka miliki. Sebagai contoh, seorang Agen Asuransi mungkin memenuhi syarat untuk menjual baik Asuransi Jiwa dan Anuitas Variabel. Seorang Broker juga dapat menjadi financial consultant. Seorang finance advisor dapat membuat rencana keuangan untuk klien atau menjual produk keuangan, atau kombinasi keduanya.

Prospek profesi financial consultant cukup baik mengingat jumlah penduduk Indonesia yang banyak dan masih banyak yang belum terlalu mengerti dan paham masalah keuangan. Tugas financial consultant salah satunya adalah untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan middle class yang umumnya punya penghasilan lebih tapi kurang dalam mengelola uang.