Gejala Emboli Paru, Faktor dan Pengobatannya Yang Wajib Kamu Tahu

Emboli paru atau bisa juga disebut dengan pulmonary embolism merupakan adanya penyumbatan yang terjadi pada arteri di salah satu paru-paru manusia. Secara umumnya, penyebab dari terjadinya emboli paru ini ialah gumpalan darah yang berasal dari kaki atau bagian-bagian tubuh lainnya yang jarang terjadi seperti trombosis dari vena bagian dalam.

Gumpalan darah ini memang biasanya mempunyai ukuran yang tidak besar bahkan cenderung sangat kecil, tetapi tetap mempunyai risiko yang berbahaya karena menyumbat aliran darah menuju paru-paru. Maka dari itu, apabila tidak segera menghubungi dokter, bisa saja membahayakan nyawa. Jika kamu mengalami penggumpalan di kaki, harus segera ditangani agar terhindar dari emboli paru pula.

Gejala

Gejala emboli paru menurut alodokter.com yang paling khusus atau khas antara lain bernapas pendek, merasakan sakit di bagian dada yang dapat berlangsung dari hitungan menit sampai jam. Bisa juga mengalami batuk-batuk yang berdarah, hingga detak jantung yang lebih cepat.

Tidak hanya itu saja, gejala lain untuk emboli paru yaitu pusing dan sakit kepala, mual hingga muntah, tekanan darah menjadi rendah, tidak sadarkan diri, banyak keringat, ketika bernapas menimbulkan bunyi, telapak tangan mudah berkeringat, serta warna kulit yang berubah menjadi kebiru-biruan.

Selain gejala-gejala di atas, ada beberapa gejala emboli paru yang bisa saja tidak tersebutkan di atas. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala tertentu alangkah baiknya untuk segera berkonsultasi pada dokter. Karena emboli paru dapat menjadi penyebab kematian seseorang. Apabila sudah merasa napas pendek-pendek, kamu dapat segera menghubungi tenaga medis terdekat.

Faktor Risiko Emboli Paru

Faktor yang bisa menjadi penyebab membesarnya risiko terjadinya emboli paru adalah orang yang aktif merokok, mempunyai riwayat penyakit berbahaya seperti kanker, stroke, jantung,maupun infeksi-infeksi yang berat, orang yang sudah berusia lebih dari 60 tahun, dan orang yang berat badannya berlebih atau biasa disebut dengan obesitas. Selain itu pula, wanita yang hamil juga menjadi faktor penyebab tingginya risiko terkena emboli paru karena janin yang ada di dalam kandungan bisa saja menekan pembuluh vena. Sehingga aliran darah yang menuju jantung akan terhambat dan berakhir dengan menyumbat pembuluh paru.

Bagi kamu yang tidak mempunyai faktor-faktor di atas, bukan berarti kamu tidak bisa terkena gejala emboli paru. Karena yang ditulis di atas hanyalah faktor secara umumnya saja, bukan secara khusus.Lebih baik jika kamu melakukan konsultasi dengan dokter.

Pengobatan

Untuk pengobatan yang dilakukan agar penyebab emboli paru hilang atau berkurang, bisa melakukan rawat inap ataupun pengobatan di rumah. Jika kamu memilih rawat inap, maka akan diberikan obat-obatan seperti herapin atau obat  yang mengandung intravenous lainnya. Fungsi dari obat tersebut adalah untuk menghancurkan dan meleburkan gumpalan yang terjadi di dalam tubuh dan memberhentikan pembentukan dari gumpalan.

Biasanya dokter akan menyuruh pasien agar melakukan tes darah untuk mengetahui kondisi darah di dalam tubuh. Apabila tidak terjadi kesembuhan atau tidak efektif, akan dilakukan penyaringan khusus yang disebut dengan greenfield. Proses tersebut nantinya akan menggunakan alat yang disimpan di dalam vena cava atau vena utama yang dimulai dari bagian kaki serta pelviks yang akan menuju jantung. Jadi, gumpalan yang menjadi gejala emboli paru dan akan bergerak menuju paru akan terhenti dan tersaring.

Apabila kamu tidak ingin dirawat inap di rumah sakit, kamu memang bisa mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, tetapi pastinya tidak akan terlalu maksimal hasilnya. Jangan hanya mengandalkan obat, kamu harus merubah pola hidup yang lebih sehat. Jika kamu perokok, maka berhentilah merokok.

Itulah ulasan mengenai gejala emboli paru, faktor, serta pengobatan yang bisa kamu lakukan. Semoga artikel ini bermanfaat.