Anggota Tubuh Masuk dalam Asuransi Kesehatan, Benarkah?

Siapa yang tidak kenal pemain sepak bola dunia kawakan Christiano Ronaldo? Pemain asal Portugal tersebut memiliki segudang prestasi dan beberapa kali memecahkan rekor di dunia sepak bola. Tentu kaki menjadi asset berharganya, dan juga asset berharga pemain sepak bola lainnya. Bahkan, Christiano Ronaldo dikabarkan sampai mengasuransikan kakinya seharga US$ 144 Juta atau setara Rp 1,4 Triliun! Tidak hanya Ronaldo, banyak tokoh public yang melakukan hal serupa dengna anggota tubuh mereka.

Mengasuransikan anggota tubuh bukanlah hal populer di Indonesia. Bahkan belum banyak hukum di Indonesia yang mengatur hal ini. Sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan asuransi yang menawarkan nasabah untuk mengasuransikan anggota tubuh yang dianggap sebagai asset terpenting mereka. Tetapi kebanyakan asuransi ini dimasukkan ke dalam asuransi kesehatan.

Memasukkan anggota tubuh ke dalam asuransi kesehatan cukup menjadi perdebatan. Ada yang merasa anggota tubuh merupakan golongan asuransi tersendiri, bukan termasuk asuransi kesehatan. Namun ada juga yang tidak mempermasalahkan, karena banyak perusahaan yang memasukkan asuransi gigi ke dalam bagian dari asuransi kesehatan. Namun apakah anggota tubuh bisa masuk dalam asuransi kesehatan? Berikut penjelasannya.

  1. Berjaga-jaga

Kebanyakan orang menggunakan produk asuransi kesehatan untuk berjaga-jaga apabila terkena penyakit di kemudian hari. Begitu pula dengan orang yang mengasuransikan anggota tubuhnya. Mereka yang mengasuransikan anggota tubuh biasanya adalah orang yang secara finansial sangat bergantung pada anggota tubuh tersebut. Tujuannya adalah menjamin keberlangsungan hidup di masa mendatang.

  1. Tersedia di Indonesia

Saat ini beberapa perusahaan asuransi telah menyediakan layanan asuransi untuk anggota tubuh. Sejumlah tokoh publik tanah air, mulai dari artis hingga atlet telah ikut serta dalam layanan produk asuransi tersebut. Begitu pula dengan asuransi kesehatan yang sudah lama tersebar di Indonesia. Asuransi kesehatan jauh lebih populer dibanding mengasuransikan anggota tubuh.

Meski sedikit, kebanyakan yang mengasuransikan anggota tubuhnya adalah public figure. Mulai dari artis hingga atlet, seperti Syahrini, Chelsea Islan, dan Mikha Tambayong. Ada yang mengasuransikan satu bagian tubuh, ada juga yang mengasuransikan hampir seluruh anggota tubuh.

  1. Termasuk asuransi jumlah (sum insurance)

Anggota tubuh masuk ke dalam asuransi jumlah. Karena asuransi ini menanggung risiko dari pemegang polis yang hidupnya dipertanggungkan. Sementara asuransi kesehatan biasanya hanya menanggung biaya perawatan dan pengobatan dari para nasabahnya. Bahkan tak jarang biaya rawat inap tidak bisa tercover sempurna, sehingga nasabah harus menombok biaya perawatan

  1. Jumlah premi dibayar sebanding dengan nilai objek

Kamu pasti bertanya-tanya, mungkinkah seseorang membayar hingga triliunan rupiah untuk menjaminkan kakinya. Apakah besaran premi tidak ditentukan pada saat mengasuransikan anggota tubuh? Jadi, jumlah yang dibayarkan para tokoh tersebut adalah ukuran untuk menentukan jumlah ganti kerugian pihak asuransi penanggung terhadap pemegang polis.

Tentunya jumlah ini berkaitan dengan nilai benda yang diasuransikan. Biasanya para tokoh publik menjaminkan anggota tubuh yang menjadi tumpuan finansialnya, sehingga pastinya nilai anggota tubuh tersebut bisa sangat tinggi. Bahkan ada yang mencapai miliaran rupiah. Jumlah tersebut akan digunakan mereka sebagai modal untuk memulai usaha baru.

Ini berbeda dengan asuransi kesehatan yang biasanya hanya beberapa juta saja. Tak jarang jumlah tersebut tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Namun tetap dapat meringankan para penggunanya.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, masih ada kemungkinan bahwa keputusan untuk memasukkan anggota tubuh dalam bagian asuransi kesehatan adalah tepat. Hal ini karena banyaknya kesamaan yang dimiliki. Selain itu, gigi yang juga merupakan bagian anggota tubuh seringkali  dimasukkan ke dalam bagian produk asuransi kesehatan. Tetapi hal ini masih diragukan. Karena orang yang mengasuransikan anggoa tubuh diibaratkan sebagai orang yang sedang mengasuransikan profesinya.

Sebenarnya tidak hanya asuransi kesehatan, sebelumnya anggota tubuh sempa dianggap sama dengan asuransi jiwa. Namun ternyata anggota tubuh tidak termasuk asuransi jiwa. Karena risiko yang dimaksud pada anggoa tubuh tersebut serupa dengan yang ada di perusahaan asuransi kerugian. Ibaratnya, orang tersebut mengasuransikan profesinya. Biasanya perusahaan asuransi membuka kemungkinan kerja sama reassurance untuk memberikan layanan proteksi akan risiko-risiko pada anggota tubuh.

Beragam risiko menghantui tiap langkah kita, yang bisa kita lakukan adalah mengusahakan yang terbaik, kan?